5 Tanda Rencana Strategis Anda Hanya Hidup di Atas Kertas

A Admin Airlangga 12 Agustus 2026 2 menit baca

Dokumen ada, arah tidak ada

Hampir setiap organisasi punya rencana strategis. Pertanyaannya: apakah dokumen itu benar-benar mengarahkan keputusan sehari-hari? Berikut lima tanda yang paling sering kami temui bahwa jawabannya "tidak" — beserta cara memperbaikinya.

1. Tidak ada yang hafal sasarannya

Tanyakan pada tiga pejabat berbeda apa sasaran utama organisasi tahun ini. Bila jawabannya berbeda-beda, renstra belum menjadi kompas bersama. Perbaikannya bukan menyuruh orang menghafal, melainkan menyederhanakan: tiga sampai lima sasaran yang jelas jauh lebih kuat daripada dua puluh yang dilupakan.

2. Indikatornya tidak bisa diukur

"Meningkatkan kualitas layanan secara optimal" — kalimat seperti ini terasa aman justru karena tidak bisa ditagih. Sasaran yang baik menyebut baseline, target, dan cara mengukurnya.

3. Tidak pernah dibuka setelah disahkan

Renstra yang sehat muncul di rapat rutin: capaian triwulan dibandingkan target, hambatan dibahas, koreksi diputuskan. Bila dokumen hanya dibuka saat audit, ia sudah wafat.

4. Program tidak nyambung dengan sasaran

Cek sederhana: ambil satu program di anggaran tahun ini, telusuri sasaran renstra mana yang didukungnya. Bila jawabannya berbelit, kemungkinan program itu warisan kebiasaan, bukan turunan strategi.

5. Disusun segelintir orang

Renstra yang dirumuskan hanya oleh bagian perencanaan akan dianggap "dokumen mereka". Pelibatan unit pelaksana sejak awal memang lebih lama, tetapi itulah yang membuat orang merasa memiliki — dan mau menjalankan.

Mulai dari mana?

Tidak perlu menunggu periode baru. Review tengah periode adalah momen yang sah untuk menajamkan sasaran, membenahi indikator, dan menghidupkan forum monitoring. Yang penting bukan kesempurnaan dokumen, melainkan hidupnya percakapan strategi di dalam organisasi.

Bagikan:

Artikel Terkait